Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis dengan Mendeley di Word
Langkah membuat sitasi dan daftar pustaka otomatis dengan Mendeley Reference Manager dan Mendeley Cite di Word, dari install sampai Insert Bibliography, plus contoh dan kesalahan umum.

Masih mengetik daftar pustaka satu per satu sambil mengurutkan abjad dan membetulkan titik koma? Cara itu menghabiskan waktu dan gampang salah, apalagi kalau sumbermu sudah puluhan. Dengan Mendeley, sitasi dan daftar pustaka otomatis bisa kamu buat langsung di Microsoft Word, dan urutannya ikut rapi setiap kali kamu menambah sumber baru.
Panduan ini merangkum tutorial yang pernah kami bagikan di TikTok @maubisa.id, lalu kami lengkapi dengan penjelasan tiap langkah. Mulai dari mengunduh aplikasinya, memasang Mendeley Cite di Word, menyisipkan sitasi, sampai memasukkan daftar pustaka dalam sekali klik. Ada juga contoh hasilnya dan kesalahan yang paling sering bikin daftar pustaka berantakan.
Poin penting:
- Daftar pustaka otomatis di Word dibuat lewat Mendeley Cite, add-in Mendeley yang muncul di tab References.
- Alurnya: install Mendeley Reference Manager, masukkan referensi, sisipkan sitasi, lalu pilih Insert Bibliography.
- Gaya sitasi seperti APA bisa diganti kapan saja, dan semua sitasi ikut menyesuaikan.
- Hasil otomatis tetap perlu dicek, terutama data penulis, tahun, judul, dan tautan sumber.
Apa Itu Mendeley Reference Manager dan Mendeley Cite?
Mendeley Reference Manager adalah aplikasi pengelola referensi dari Elsevier untuk menyimpan, mengatur, dan membaca sumber penelitianmu, seperti artikel jurnal dan buku, dalam satu library. Library di sini artinya koleksi semua referensi yang kamu simpan. Aplikasinya tersedia dalam versi desktop dan versi web, dan isi library otomatis tersinkron ke cloud setiap kali kamu menambah atau mengubah referensi, seperti dijelaskan dalam panduan resmi Mendeley Reference Manager.
Mendeley Cite adalah add-in, atau fitur tambahan, untuk Microsoft Word yang menghubungkan library Mendeley-mu dengan dokumen skripsi. Lewat add-in ini kamu bisa menyisipkan sitasi di dalam teks, memilih gaya sitasi, dan membuat daftar pustaka yang tersusun sendiri. Menurut halaman bantuan resmi Mendeley, add-in ini bisa dipakai di Microsoft 365, Word versi 2016 ke atas, dan aplikasi Word untuk iPad.
Kalau kamu ingin gambaran umum fitur Mendeley lebih dulu, baca juga cara menggunakan Mendeley untuk skripsi. Masih menimbang aplikasi mana yang cocok? Ada juga perbandingan Mendeley dan Zotero untuk skripsi.
Yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Mulai
Sebelum mengikuti langkah di bawah, pastikan beberapa hal ini sudah siap supaya prosesnya lancar:
- Akun Mendeley. Kamu butuh akun untuk login ke aplikasi dan ke Mendeley Cite. Kalau belum punya, kamu bisa mendaftar saat pertama kali membuka aplikasinya.
- Microsoft Word yang didukung. Gunakan Microsoft 365, Word 2016 ke atas, atau Word untuk iPad.
- Koneksi internet. Dibutuhkan saat mengunduh aplikasi, memasang add-in, dan menyinkronkan library.
- File sumber. Kumpulkan PDF jurnal atau data buku yang akan kamu kutip dalam satu folder supaya mudah diimpor.
- Gaya sitasi kampus. Cek pedoman penulisan kampusmu, misalnya APA edisi 7, supaya sejak awal kamu memilih gaya yang benar.
Langkah Membuat Daftar Pustaka Otomatis dengan Mendeley
Langkah berikut mengikuti urutan di tutorial TikTok kami. Kalau aplikasi Mendeley sudah terpasang di laptopmu, kamu bisa langsung lompat ke langkah ketiga.
1. Unduh Mendeley Reference Manager dari situs resmi
Ketik "Mendeley" di mesin pencari, lalu buka situs resmi Mendeley. Di halaman Mendeley Reference Manager, pilih tombol unduh untuk sistem operasimu. Ada pilihan untuk Windows, macOS, dan Linux. Hindari mengunduh dari situs pihak ketiga yang tidak jelas, karena file instalasinya bisa saja sudah diubah orang lain.
2. Install aplikasinya, lalu login atau daftar akun
Buka file instalasi yang sudah terunduh. Saat diminta memilih opsi instalasi, pilih "Only for me" kalau laptop itu hanya kamu yang pakai, atau "Anyone who uses this computer" kalau laptopnya dipakai bersama. Setelah selesai, buka aplikasinya dan login dengan akun Mendeley. Kalau belum punya akun, pilih opsi untuk mendaftar dulu. Setelah login, kamu akan melihat tampilan library yang masih kosong.
3. Pasang Mendeley Cite di Microsoft Word
Di aplikasi Mendeley, buka menu Tools, lalu pilih "Install Mendeley Cite for Microsoft Word". Kamu akan diarahkan ke halaman add-in Mendeley Cite di toko add-in Microsoft. Pilih "Get it now", ikuti petunjuknya, lalu buka Word. Mendeley Cite akan muncul di tab References, biasanya di pojok kanan.
Di menu Tools yang sama ada juga pilihan "Install Mendeley Web Importer". Ini ekstensi browser untuk Chrome, Firefox, dan Edge yang bisa mengambil data artikel langsung dari halaman jurnal yang sedang kamu buka. Fitur ini opsional, tapi sangat membantu kalau kamu sering mencari jurnal secara online.
4. Masukkan referensi ke library Mendeley
Sitasi hanya bisa dibuat dari referensi yang sudah ada di library. Klik tombol "Add references", lalu pilih cara yang paling cocok:
- Import file(s): memilih satu atau beberapa PDF dari komputer.
- Import folder(s): memasukkan semua PDF dalam satu folder sekaligus.
- Import library: memindahkan koleksi dari aplikasi pengelola referensi lain.
- Set up watched folder: Mendeley memantau satu folder dan otomatis menambahkan PDF baru yang masuk ke sana.
- Add reference manually: mengetik data sumber sendiri, cocok untuk buku cetak yang tidak punya PDF.
Cara paling cepat adalah menyeret (drag and drop) file PDF langsung ke jendela Mendeley. Setelah masuk, Mendeley membaca metadata, yaitu data identitas sumber seperti nama penulis, tahun, judul, dan nama jurnal. Biasakan membuka setiap referensi baru dan mencocokkan datanya dengan sumber aslinya, karena pembacaan otomatis tidak selalu sempurna. Kebiasaan mencatat data bibliografis secara lengkap sejak pertama kali membaca sumber juga disarankan dalam buku The Craft of Research, supaya kamu tidak perlu mencari ulang saat menyusun daftar pustaka.
5. Sisipkan sitasi di dokumen Word
Buka dokumen skripsimu, lalu letakkan kursor di tempat sitasi akan muncul, biasanya di akhir kalimat yang mengutip pendapat orang lain. Buka tab References, klik Mendeley Cite, lalu login kalau diminta. Cari sumber berdasarkan nama penulis atau judul, centang referensi yang kamu perlukan, lalu pilih "Insert citation". Sitasi langsung muncul di teks sesuai gaya yang sedang dipakai.
Kamu juga bisa memilih beberapa referensi sekaligus untuk satu kalimat. Mendeley Cite akan menggabungkannya dalam satu sitasi, misalnya dua sumber dalam satu tanda kurung.
6. Pilih gaya sitasi yang dipakai kampusmu
Buka tab "Citation Style" di panel Mendeley Cite. Di sana ada daftar gaya sitasi yang sudah terpasang, misalnya APA. Pilih gaya yang diminta kampusmu, lalu klik "Update citation style". Kalau gaya yang kamu cari belum ada, pilih "Select another style" untuk mencarinya dari ribuan gaya lain. Semua sitasi dan daftar pustaka di dokumen akan berubah mengikuti gaya baru, jadi kamu tidak perlu mengeditnya satu per satu.
7. Masukkan daftar pustaka dengan Insert Bibliography
Pindahkan kursor ke halaman Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi. Di panel Mendeley Cite, buka menu More (ikon titik tiga), lalu pilih "Insert Bibliography". Daftar pustaka langsung muncul dan tersusun sesuai gaya sitasi yang kamu pilih. Setiap kali kamu menambah sitasi baru, daftar pustaka ini ikut menyesuaikan dan mengurutkan ulang isinya.
Kalau kamu mengubah data referensi di library, misalnya membetulkan nama penulis, buka lagi menu More lalu pilih "Refresh References". Mendeley Cite akan memperbarui semua sitasi dan daftar pustaka di dokumen dengan data terbaru. Fungsi yang sama juga dipakai kalau kamu menghapus sitasi setelah daftar pustaka dibuat.
Contoh Hasil Sitasi dan Daftar Pustaka dari Mendeley
Supaya lebih jelas, misalkan kamu menulis kalimat tentang ketelitian aplikasi pengelola referensi dan mengutip satu artikel jurnal. Dengan gaya APA edisi 7, hasilnya kurang lebih seperti ini.
Sitasi di dalam teks:
- Format dalam kurung: Daftar pustaka buatan aplikasi tetap perlu diperiksa karena masih bisa mengandung kesalahan (Kratochvíl, 2017).
- Format naratif: Kratochvíl (2017) membandingkan ketepatan daftar pustaka yang dibuat empat aplikasi pengelola referensi.
Entri di daftar pustaka:
- Kratochvíl, J. (2017). Comparison of the accuracy of bibliographical references generated for medical citation styles by EndNote, Mendeley, RefWorks and Zotero. The Journal of Academic Librarianship, 43(1), 57-66. https://doi.org/10.1016/j.acalib.2016.09.001
Perhatikan bahwa Mendeley menyusun nama penulis, tahun, judul, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI dari metadata yang tersimpan di library. Artinya, kalau ada data yang salah di library, kesalahan itu ikut tercetak di daftar pustaka. Itulah alasan langkah mengecek metadata di awal sangat penting. Untuk aturan lengkap format APA, kamu bisa merujuk ke Publication Manual of the American Psychological Association edisi ke-7 atau pedoman penulisan kampusmu.
Kesalahan yang Bikin Daftar Pustaka Otomatis Tetap Berantakan
Mendeley memang memangkas banyak pekerjaan, tapi hasilnya tetap bergantung pada cara kamu memakainya. Beberapa kesalahan ini paling sering muncul:
- Tidak mengecek hasil otomatis. Penelitian Kratochvíl (2017) membandingkan daftar pustaka buatan EndNote, Mendeley, RefWorks, dan Zotero dengan daftar pustaka yang ditulis manual. Semua aplikasi itu masih menghasilkan kesalahan, terutama pada tautan dan tanggal akses sumber online. Jadi, periksa lagi sebelum naskah dikumpulkan.
- Mencampur sitasi manual dan otomatis. Sumber yang diketik manual tidak tercatat oleh Mendeley Cite, sehingga tidak ikut masuk ke daftar pustaka otomatis.
- Telat menentukan gaya sitasi. Mengganti gaya di akhir memang mudah, tapi lebih aman memastikan gaya yang diminta kampus sejak awal supaya kamu tidak kaget saat mengecek ulang.
- Lupa memperbarui setelah mengedit. Setelah mengubah data di library atau menghapus sitasi, jalankan "Refresh References" supaya daftar pustaka ikut berubah.
- Memakai Word versi lama. Mendeley Cite dirancang untuk Microsoft 365, Word 2016 ke atas, dan Word untuk iPad. Di versi yang lebih lama, add-in ini bisa tidak muncul.
- Menumpuk PDF tanpa aturan. Library yang berantakan membuat kamu sulit menemukan sumber saat menulis. Buat koleksi per bab atau per topik sejak awal.
Kendala Khusus: Mendeley Desktop, Word Lama, Mac, dan Google Docs
Beberapa pertanyaan ini sering muncul dari mahasiswa yang laptop atau aplikasinya berbeda dari tutorial di atas.
Masih memakai Mendeley Desktop versi lama?
Mendeley Desktop adalah aplikasi Mendeley generasi lama, sebelum ada Mendeley Reference Manager. Menurut halaman bantuan Mendeley tentang Mendeley Desktop, versi terakhirnya (1.19.8) masih bisa diunduh dan dipakai, tapi tidak akan mendapat pembaruan lagi, dan kecocokannya dengan sistem operasi baru tidak dijamin. Elsevier juga berencana menghentikan Mendeley Desktop secara bertahap dengan pemberitahuan lebih dulu. Kalau kamu baru mulai, pakai saja Mendeley Reference Manager dan Mendeley Cite seperti langkah di atas. Kalau library-mu masih tersimpan di Mendeley Desktop, panduan migrasinya bisa kamu temukan di panduan resmi Mendeley Reference Manager.
Pakai Word 2010 atau 2013?
Mendeley Cite hanya bisa dipakai di Microsoft 365 dan Word 2016 ke atas, minimal versi 16.0.4390.1000, ditambah aplikasi Word untuk iPad. Di Word 2010 atau 2013, add-in ini tidak akan muncul. Halaman bantuan Mendeley menyarankan pengguna Word versi lama memakai plugin Word bawaan Mendeley Desktop. Pilihan lainnya, buka naskahmu di Word versi web yang juga didukung Mendeley Cite. Untuk mengecek versi Word di Windows, buka menu File, lalu Account, lalu About Word.
Pakai MacBook?
Mendeley Reference Manager juga tersedia untuk macOS, jadi langkah unduh dan install-nya sama. Cukup pilih versi macOS di halaman unduhan resmi Mendeley. Syarat Mendeley Cite di Mac juga sama, yaitu Microsoft 365 atau Word 2016 ke atas. Setelah add-in terpasang, Mendeley Cite bisa kamu buka dari Word seperti di Windows.
Menulis skripsi di Google Docs?
Mendeley Cite adalah add-in khusus Microsoft Word, jadi tidak tersedia di Google Docs. Kalau kamu biasa menulis draf di Google Docs, misalnya supaya mudah dikomentari teman atau dosen, pindahkan naskahnya ke Word atau Word versi web sebelum menyisipkan sitasi dan daftar pustaka. Cara ini lebih aman daripada mengetik sitasi manual lalu mencocokkannya satu per satu. Kalau kamu ingin tetap bekerja di Google Docs sampai akhir, bandingkan dulu pilihan aplikasinya di artikel Mendeley vs Zotero untuk skripsi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara membuat daftar pustaka otomatis di Mendeley?
Pasang Mendeley Cite di Word, sisipkan sitasi dari library Mendeley di dalam teks, lalu letakkan kursor di halaman daftar pustaka dan pilih More, kemudian Insert Bibliography. Daftar pustaka akan tersusun otomatis sesuai gaya sitasi yang dipilih.
Kenapa Mendeley Cite tidak muncul di Word?
Mendeley Cite hanya berjalan di Microsoft 365, Word 2016 ke atas, dan Word untuk iPad, jadi tidak akan muncul di Word 2010 atau 2013. Kalau versimu sudah sesuai, pastikan add-in sudah terpasang dan cek tab References. Kalau masih belum muncul, tutup Word lalu buka kembali.
Apakah Mendeley Cite bisa dipakai tanpa membuka aplikasi Mendeley?
Bisa. Mendeley Cite mengambil referensi dari library Mendeley yang tersinkron di cloud, jadi kamu tetap bisa menyisipkan sitasi walaupun aplikasi Mendeley Reference Manager sedang tidak dibuka.
Apakah Mendeley bisa dipakai di Google Docs?
Tidak secara langsung. Mendeley Cite adalah add-in khusus Microsoft Word, jadi tidak tersedia di Google Docs. Kalau draf skripsimu ada di Google Docs, pindahkan naskahnya ke Word atau Word versi web sebelum menyisipkan sitasi dan daftar pustaka.
Bagaimana mengganti gaya sitasi ke APA di Mendeley?
Buka panel Mendeley Cite di Word, pilih tab Citation Style, lalu pilih gaya APA yang diminta kampusmu dan klik Update citation style. Semua sitasi dan daftar pustaka di dokumen akan menyesuaikan otomatis.
Penutup: Biarkan Mendeley Mengurus Format, Kamu Fokus ke Isi
Dengan Mendeley Reference Manager dan Mendeley Cite, kamu tidak perlu lagi mengurutkan abjad atau membetulkan titik koma satu per satu. Cukup rapikan library sejak awal, sisipkan sitasi saat menulis, lalu masukkan daftar pustaka dengan sekali klik. Sisihkan juga waktu untuk mengecek hasilnya sebelum naskah dikumpulkan.
Kalau kamu ikut bimbingan skripsi di Maubisa, prosesnya bisa lebih ringkas lagi. Selama akses bimbinganmu aktif, kamu bisa memakai Manajer Sitasi di platform bimbingan Maubisa untuk mencari referensi dari basis data terbuka seperti OpenAlex, Crossref, dan DOAJ, lalu memformatnya ke gaya APA atau IEEE. Setelah menghubungkan akun Mendeley atau Zotero sekali, daftar referensimu bisa diekspor langsung ke library aplikasi itu tanpa perlu unduh dan unggah file. Kalau lebih nyaman, kamu juga bisa mengunduhnya sebagai file .ris atau .bib untuk diimpor ke Mendeley, Zotero, atau EndNote.
Mentor kami juga bisa me-review sitasi dan daftar pustakamu, lalu memberi arahan perbaikan, sementara kamu tetap yang menyusun naskahnya. Kamu bisa mulai dari konsultasi gratis dulu lewat halaman layanan bimbingan skripsi Akademik Maubisa.
Referensi
- Elsevier (2026). Mendeley Reference Manager. Mendeley LibGuide, Elsevier
- Elsevier (2024). Which versions of MS Word will Mendeley Cite work with? Mendeley Support Center
- Elsevier (2026). Can I still install Mendeley Desktop? Mendeley Support Center
- Kratochvíl, J. (2017). Comparison of the Accuracy of Bibliographical References Generated for Medical Citation Styles by EndNote, Mendeley, RefWorks and Zotero. The Journal of Academic Librarianship, 43(1), 57-66
- Booth, W. C., Colomb, G. G., Williams, J. M., Bizup, J., dan FitzGerald, W. T. (2016). The Craft of Research (edisi ke-4). University of Chicago Press
Artikel Terkait

Merasa Kesepian Padahal Banyak Kenalan? Ini Cara Mengatasinya
Kesepian bisa datang walau kamu punya banyak kenalan. Kenali bedanya dengan sendirian, kenapa koneksi sosial penting untuk kesehatan, dan langkah kecil untuk mulai terhubung lagi.

Kecerdasan Emosional: Apa Itu dan Cara Melatihnya Sehari-hari
Kecerdasan emosional bisa dilatih. Kenali empat kemampuan intinya dan coba latihan sederhana, mulai dari memberi nama perasaan sampai mengambil jeda sebelum bereaksi.

Cara Berhenti Menunda-nunda: Kenali Prokrastinasi dan Atasi dari Akarnya
Menunda-nunda sering bukan soal malas, tapi soal menghindari perasaan tidak nyaman. Kenali akar prokrastinasi dan langkah praktis untuk mulai bergerak hari ini.
