Kilas Balik Webinar Pengembangan Diri Maubisa: Literasi, AI, dan Personal Branding
Rangkuman rangkaian webinar pengembangan diri Maubisa, dari ReadVerse, ThinkLab AI, sampai VoiceCraft, lengkap dengan poin penting yang bisa langsung kamu pakai.
Pertumbuhan diri sering terjadi justru di luar ruang kelas, di sela tugas dan tenggat yang menumpuk. Lewat rangkaian webinar pengembangan diri, Maubisa mencoba membuka ruang itu: tempat mahasiswa, fresh graduate, dan pekerja muda bisa berhenti sejenak, belajar hal baru, dan bertumbuh bareng tanpa rasa canggung.
Beberapa waktu terakhir, kami menggelar beberapa sesi dengan tema yang berbeda, mulai dari literasi lewat ReadVerse, kecerdasan buatan lewat ThinkLab, sampai personal branding lewat VoiceCraft. Artikel ini merangkum inti dari tiap sesi buat kamu yang belum sempat ikut atau ingin mengulang poin pentingnya. Anggap saja ini kilas balik sekaligus bekal yang bisa langsung kamu pakai, bukan sekadar ucapan terima kasih.
Rangkaian ini sengaja kami rancang untuk tiga kelompok yang tantangannya sering mirip: mahasiswa tingkat akhir yang butuh bekal tambahan, fresh graduate yang sedang menyiapkan diri masuk dunia kerja, dan pekerja muda yang ingin menambah kompetensi. Tema tiap sesi dipilih bukan karena sedang ramai dibicarakan, tapi karena benar-benar relevan dengan apa yang mereka hadapi sehari-hari.
ReadVerse: Literasi sebagai Fondasi Bertumbuh
Webinar ReadVerse yang digelar 15 Juni lalu berangkat dari satu keyakinan sederhana: kebiasaan membaca adalah fondasi dari hampir semua keterampilan lain. Ketika kamu terbiasa membaca dengan kritis, kamu jadi lebih mudah memahami materi kuliah, menyusun argumen, sampai menyaring banjir informasi yang berseliweran setiap hari.
Menurut UNESCO, literasi bukan cuma soal bisa membaca dan menulis, tapi kemampuan memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi untuk mengambil keputusan. Di sesi ini, peserta diajak melihat membaca bukan sebagai kewajiban akademik, melainkan cara membuka lebih banyak peluang. Poin yang paling nyangkut: kamu tidak perlu langsung melahap puluhan buku. Cukup mulai dari satu bacaan yang benar-benar kamu selesaikan dan pahami, lalu bangun ritmenya pelan-pelan.
Buat kamu yang merasa susah fokus membaca di tengah notifikasi yang tiada henti, beberapa langkah kecil ini sempat dibahas untuk menumbuhkan kebiasaan membaca:
- Pilih satu buku atau artikel yang benar-benar kamu minati, bukan yang cuma terlihat keren.
- Sisihkan waktu khusus, misalnya lima belas menit sebelum tidur, tanpa ponsel di tangan.
- Catat satu ide menarik dari setiap bacaan supaya lebih menempel di ingatan.
- Diskusikan bacaanmu dengan teman agar pemahamanmu makin dalam.
Kuncinya bukan kecepatan, tapi konsistensi kecil yang kamu jaga setiap hari. Dari situ, kemampuan memahami hal yang lebih rumit akan tumbuh dengan sendirinya.
ThinkLab: Melek AI Bukan Lagi Pilihan
Lewat webinar Maubisa ThinkLab pada 29 Juni, fokus bergeser ke teknologi yang sedang mengubah cara kita belajar dan bekerja, yaitu kecerdasan buatan. Pesannya cukup tegas, memahami AI kini jadi bekal penting, bukan sekadar tren yang bisa kamu abaikan begitu saja.
Kekhawatiran soal "apakah pekerjaanku akan tergantikan" itu wajar. Laporan Future of Jobs 2023 dari World Economic Forum memperkirakan sebagian pekerjaan memang bergeser, tapi sekaligus memunculkan kebutuhan baru akan orang yang mampu bekerja berdampingan dengan teknologi. Di sinilah letak intinya: yang dicari bukan orang yang takut pada AI, melainkan yang bisa memakainya dengan bijak untuk mempercepat kerja mereka.
Peserta juga diajak memikirkan sisi tanggung jawab. UNESCO menekankan pentingnya penggunaan AI yang etis, mulai dari menjaga privasi sampai berhati-hati pada bias. Buat mahasiswa, ini berarti memakai AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Supaya AI benar-benar membantu tanpa bikin kamu malas berpikir, beberapa kebiasaan sehat ini bisa kamu terapkan:
- Pakai AI untuk memancing ide atau merangkum, lalu verifikasi ulang faktanya.
- Jangan menyerahkan keputusan penting sepenuhnya pada AI.
- Sadari batas data pribadi yang kamu bagikan ke sebuah alat.
- Selalu cek ulang hasil AI sebelum kamu pakai untuk tugas atau kerja.
Dengan cara pandang seperti ini, AI berubah dari sesuatu yang menakutkan menjadi alat bantu yang benar-benar berguna untuk belajar dan berkarya.
VoiceCraft: Membangun Personal Branding yang Autentik
Kalau ReadVerse soal isi kepala dan ThinkLab soal alat, VoiceCraft membahas bagaimana kamu menampilkan diri ke dunia. Webinar ini mengangkat personal branding bukan sebagai pencitraan, melainkan cara membangun kepercayaan dan menunjukkan nilai yang kamu punya lewat setiap kesempatan.
Personal branding pada dasarnya adalah persepsi yang orang lain bentuk tentang dirimu, dari apa yang kamu tampilkan, katakan, dan kerjakan. Di sesi ini, peserta belajar mengenali potensi diri lebih dulu sebelum memikirkan cara memasarkannya. Alasannya masuk akal, tanpa fondasi yang jujur, branding cuma jadi topeng yang cepat ketahuan.
Buat fresh graduate yang merasa CV-nya biasa saja, poin ini penting. Yang membedakan kamu di tumpukan pelamar sering kali bukan angka IPK, tapi kejelasan tentang siapa kamu dan apa yang kamu perjuangkan. Beberapa langkah awal yang sempat dibahas untuk mulai membangun personal branding dari nol:
- Kenali dulu kekuatan dan nilai yang ingin kamu tonjolkan.
- Pilih satu atau dua bidang yang ingin kamu dikenal di sana.
- Rapikan jejak digitalmu agar konsisten dengan citra yang kamu tuju.
- Bangun bukti nyata lewat karya, proyek, atau tulisan, bukan sekadar klaim kosong.
Personal branding yang kuat pada akhirnya membuat orang lebih mudah mengingat dan mempercayaimu, jauh sebelum kamu sempat menjelaskan diri panjang lebar.
Benang Merah: Belajar yang Tidak Berhenti di Wisuda
Kalau diperhatikan, ketiga tema itu saling menyambung. Literasi bikin kamu paham, AI bantu kamu bekerja lebih cepat, dan personal branding bikin kamu dikenal. Ketiganya adalah bagian dari satu kebiasaan besar yang sama, yaitu mau terus belajar meski bangku kuliah sudah lama ditinggalkan.
Kabar baiknya, kamu tidak harus menguasai ketiganya sekaligus. Mulai dari yang paling dekat dengan kebutuhanmu sekarang, lalu lanjutkan ke yang lain seiring waktu. Yang penting arahmu jelas dan langkahnya tetap jalan, sekecil apa pun itu.
Semangat itulah yang jadi inti tiap webinar Maubisa. Antusiasme dan diskusi peserta di setiap sesi menunjukkan bahwa banyak dari kamu memang haus ruang untuk bertumbuh bersama. Berikut salah satu dokumentasi kegiatan yang bisa kamu lihat kembali:
Buat kami, setiap sesi bukan sekadar transfer materi, tapi ruang untuk saling belajar dan membuka peluang baru. Momen seperti inilah yang ingin terus kami hadirkan, dan kami senang bisa menjalaninya bareng kamu.
Siap Bertumbuh di Sesi Berikutnya?
Kalau kamu belum sempat ikut, jangan khawatir, akan selalu ada kesempatan berikutnya. Sambil menunggu, kamu bisa mulai dari langkah kecil hari ini: selesaikan satu bacaan, coba pakai AI untuk membantu belajar, atau tulis ulang deskripsi dirimu di profil profesional. Kalau kamu ingin proses bertumbuh yang lebih terarah dan ditemani mentor, program Pengembangan Diri Maubisa siap menemani perjalananmu, dari kenal diri sampai siap bersaing di dunia kerja.